BOYOLALI – Masyarakat Dusun Malangan Dusun Dusun Kecamatan Banyudono bersama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, mengadakan acara keramat yaitu Kirab Mengganti Singkep dan Sambut Pusara Sri Mangkurung Prabu Handayaningrat Pengging, ataupun lebih dikenali Ki Ageng Pengging, belakangan ini di teritori Pusara Ki Ageng Pengging.
Datang dalam acara itu, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau dekat dipanggil Gusti Moeng dari Keraton Kasunanan Surakarta.
Singkep dan sambut disangkab oleh masyarakat, bersama abdi dalam Keraton, dari gapura masuk dusun sampai ke lokasi pusara.
Selainnya dua benda sakral itu, sejumlah ibu-ibu bawa makanan yang nanti akan dicicipi bersama-sama.
Seterusnya dilakukan upacara serah-terima singkep dan sambut ke abdi dalam di lokasi pusara.
Selesai diberikan, acara diteruskan pembacaan surat Yasin dan Tahlil secara bersama.
Disertai Selawat Nabi, Gusti Moeng menukar singkep dan sambut yang ditempatkan di atas makam pusara Sri Mangkurung Prabu Handayaningrat Pengging. Seterusnya diikuti oleh Wabup Fajar yang menebarkan bunga di atas kain singkep itu.
Pada sambutannya, Wabup wanita pertama di Kota Susu ini menjelaskan, acara di hari ini tidak cuma acara pergantian kain penutup atau singkep dan payung pusara atau sambut secara fisik, tetapi acara yang penuh filosofi dan langkah nguri-uri budaya Jawa.
Menurut dia, Sri Mangkurung Prabu Handayaningrat Pengging ialah figur pimpinan anutan di mana semangat perjuangan dan perhatian pada sesama ialah suluh yang selalu harus dihidupkan dalam sanubari warga sekarang ini.
“Silahkan kita menjadikan momen ini sebagai perekat tali bersilahturahmi dan kebersama-samaan untuk kita semua, mudah-mudahan acara saat malam ini hari bawa berkah untuk kita semua, untuk perkembangan Kabupaten Boyolali.” bebernya.
